by

Jelang Reuni Akbar, Alumni SMAKARA Mulai Berdatangan di Makassar

MITRANESIA.ID, MAKASSAR – Reuni Akbar 65 tahun SMA Katolik Rajawali Makassar (SMAKARA) tinggal menghitung hari. Event 5 tahunan yg menjadi kebanggaan alumni dan almamater akan dihelat pada 24 Agustus 2019 mendatang. Salah satu sekolah yg telah berdiri sejak 65 tahun silam ini telah menghasilkan sekitar 15 ribu alumni, yang telah tersebar di berbagai universitas, kota dan profesi.

Suatu kebanggaan yang tak dapat dipungkiri oleh almamater. Dan sebagai wujud kepedulian dan kecintaan pada almamater, maka ribuan alumni akan menghadiri,dan mengsukseskan hajatan gelaran tersebut.

Menjelang H-3 nampak alumni dari berbagai angkatan mulai berdatangan dari berbagi kota bahkan negara. Tua muda berkumpul, bahkan ada yang sudah menjadi opa/oma punya anak bahkan cucu yang ikut dalam reuni tersebut, karena alumni 1960 sampai 2019 juga banyak yang berpartisipasi.

Alumni SMAKARA dari semua angkatan siap memeriahkan Reuni Akabar. (foto dok Smakara)

Setelah sukses dalam penyelenggaran 5 tahun lalu, yang laksanakan di Trans Studio Mall (TSM) Theme Park yang dinakhodai Suliva Sudaryu (angkatan 82), kini kemudi dipimpin Melia Levita (angkatan 99).

Pada kesempatan ini, Melia secara pribadi maupun atas nama panitia, menghaturkan banyak terima kasih pada para sponsor yang mendukung acara tersebut, khususnya Pemkot Makassar yang telah menerbitkan beberapa izin, pada aparat kepolisian dalam membantu keamanan acara tersebut, dan juga kepada segenap alumni yang begitu antusias dalam berpartisipasi.

Di saat yang bersamaan, Ketua Umum Persaudaraan Alumni SMAKARA, Takudaeng Parawansa yang akrab disapa Keke juga memberi apreasiasi setinggi tingginya bagi kerja keras panitia yang mulai bergerak sejak satu tahun lalu.

Keke berharap agar hajatan ini, dapat dipertahankan dan tetap diselenggarakan setiap 5 tahun. Kiranya untuk partisipan ke depannya bisa lebih banyak menghadirkan dan mengumpulkan para alumni. Sebab dengan reuni maka persaudaraan sesama alumni akan lebih terbina karena saat itu segala macam atribut pangkat, profesi, suku, agama dan ras semuanya telah ditanggalkan sesuai slogannya ”Satu Dalam Persaudaraan.”(*)

News Feed